Tidak Perlu Status Negeri untuk Unjuk Diri dan Menjadi Gravitasi di Lingkungan Sendiri

Politeknik Caltex Riau Sebagai Politeknik Swasta Terbaik

Assalamualaikum, selamat siang semua.

Apa kabar sampai saat ini? semoga senantiasa sehat ya, amiin

For Your Information, setiap huruf awal pada tulisan dari paragraf dan kalimat saya dibawah ini adalah penjabaran dari kalimat “ Jangan Minder Kuliah di Kampus Swasta, Semua Kampus Sama Saja, Capaianmu Bergantung Pada Usahamu ”. Coba deh dicheck huruf pertama yang tebal, kemudian dibaca kebawah. Keep scroll down and reading Guys!.



Jujur, dulu ketika waktu masih SMA, impian saya adalah kuliah di kampus negeri dan favorit.
Akan ada banyak beasiswa, fasilitas lengkap dan mahasiswa yang pintar, itu dalam bayangan saya.
Nuansa baru, lingkungan baru, teman baru, dan lain-lainnya sudah saya bayangkan sebelumnya.
Gambarannya waktu itu saya akan jadi anak yang mandiri karena harus ngekost dan hidup sendiri.
Alasannya satu, karena kampus negeri favorit itu jauh di ibukota Provinsi, sementara saya di Desa.
Namun itu dulu sekali, sebelum saya tahu bahwa ternyata saya tidak lolos dan kuliah dikampus itu.

Manusia boleh merencanakan masa depannya, tetapi hanya ALLAH SWT yang mengabulkannya  .
Itulah kalimat yang dulu menjadi penyemangat saya ketika tidak lolos dan kuliah dikampsu swasta.
Niat yang lurus ingin kuliah dan kelak akan membanggakan kedua orang tua dengan pendidikan ini.
Dimanapun saya kuliahnya, apapun kampusnya, dan seperti apapun kurikululum perkuliahannya.
Enaknya kuliah dikampus sekarang ini, masih bisa pulang pergi karena masih satu kecamatan.
Rasanya hal ini juga mengurangi biaya hidup dan kost jika saja seandainya saya kuliah di Pekanbaru.

Kampus saya yang sekarang ini memang masih belum memiliki fasilitas yang memadai, namun
Untuk sejauh ini menurut saya sudah cukup untuk membuat kami para mahasiswanya berprestasi.
Lalu, apa yang membuat saya lebih memilih daftar kuliah di PTS dan tidak lagi di PTN lainnya?
Itu karena dikampus saya, Universitas Pasir Pengaraian juga ada pilihan jurusan S1  Teknik Sipil.
Asal jurusannya masih ada dan sama saja, saya rasa tidak apa apa kalau kuliah di kampus swasta.
Hanya perlu ikhlas menjalankannya, menikmati prosesnya, dan bersiap untuk kedepannya.

Dan yang paling penting menurut saya saat memilih jurusan adalah sesuai dengan minat atau passion.
Ini karena kedepannya kita lebih mudah beradaptasi dan menyesuaikan kerja dengan materi kuliah.

Kesan ikut-ikutan teman, serta repot dan kewalahan saat semester akhir juga tidak akan begitu terasa.
Apalagi misalnya, selain sesuai dengan passion kita juga memiliki motivasi yang besar saat kuliah.
Menjalankan perkuliahan pun akan lebih nyaman, tidak merasa terbebani, dan tidak akan ada stress.
Passion kita menggambarkan pekerjaan kita kedepannya, jadi lebih bijaklah ketika memilih jurusan.
Untuk mencari pegawai atau pekerja, sebuah perusahaan tidak akan menanyakan status kampus mu.
Sebab yang mereka inginkan dari calon pekerjanya hanyalah dedikasi dan keahlian yang dimiliki.

Skill mahasiswa juga akan semakin berkembang jika di bekali dengan  fasilitas yang baik dan sesuai.
Walaupun status kampus swasta, bukan berarti tidak memiliki fasilitas dan layanan yang tidak baik.
Apalagi jika labor dan fasilitasnya ada, maka tidak berhak kita untuk merendahkan kampus swasta.
SPP sedikit lebih mahal, namun lebih banyak kampus swasta yang memiliki fasilitas yang lengkap.
Tentu, tidak semua kampus swasta memiliki fasilitas lengkap, namun itu bukanlah penghambat kita.
Ada kemauan pasti selalu ada jalan, semua bergantung pada pilihan dan diri mahasiswa itu sendiri.

Selain fasilitas kurang lengkap, umumnya orang enggan kuliah di swasta karena sedikitnya beasiswa.
Eitts tunggu dulu, jangan asal ngomong saja kalau belum pernah merasakan kuliah di kampus swasta.
Mengingat selama kurun 3 tahun perkuliahan saya, saya mendapatkan 2 kali bantuan  beasiswa.
Untuk prosedurnya memang tidak semudah dan sebanyak yang ada PTN, tapi juga tidak sedikit kok.
Ada beasiswa Pemprov, Pemkab, Kopertis, Bidikmisi, Dikti, dan lembaga atau institusi lain dari luar.

Kita juga bisa mencari beasiswa secara mandiri di beberapa lembaga atau yang iklankan di internet.
Agaknya, persepsi bahwa kuliah dikampus swasta itu sangat minim beasiswa menurut saya salah.
Meskipun tidak sebanyak di PTN, di PTN banyak karena kampus di bawah naungan pemerintah.
Perkuliahan 3 tahun ini saya sendiri merasa terbantu dengan adanya beasiswa yang disalurkan.
Untuk kamu yang akan daftar kuliah swasta jangan merasa minder karena tidak banyaknya beasiswa.
Sekarang tepis perasaan itu, mulailah peka terhadap peluang yang ada dan nikmati kemudahannya.

Salah satu perbedaan antara kampus swasta dan negeri adalah lembaga yang menaungi diatasnya.
Apabila kampus negeri langsung dibawah Dikti, maka kampus swasta masih di wilayah Kopertisnya.
Meski begitu baik kampus negeri maupun swasta tetap berpusat pada Dikti, hanya beda itu saja.
Ada sejumlah 14 Kopertis di Indonesia, sedangkan kampus saya sekarang berada di Kopertis X.

Semua kampus swasta di Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, dan Jambi berada di Kopertis X.
Ada nilai lebih menurut saya bagi kita yang kuliah di kampus swasta dan dibawah naungan Kopertis.
Jika ada perlombaan, event mahasiswa, lomba tingkat regional, dan perlombaan lainnya, maka akan
Ada lebih banyak pengalaman dan tingkatan yang didapatkan oleh mahasiswa yang dikampus swasta.

Contohnya, seperti PILMAPRES atau Pemilihan Mahasiswa Berprestasi, event rutinitas dari Dikti.
Ada sedikit perbedaan saat seleksi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi antara PTN dengan PTS.
Pada PTN, jika seleksi Mawapres sudah dilaksanakan dan Mawapres 1 telah dinobatkan, maka
Akan langsung di utus menjadi delegasi Universitas ke tingkat Nasional, juara 2 dan 3 tidak ikut.
Ini yang membuat PILMAPRES pada kampus swasta sedikit ramai, euvoria, dan lebih berkesan.
Adalah karena kampus swasta masih dibawah naungan Kopertis wilayah mereka masing-masing.
Nah, oleh sebab itulah semua Mawapres 1 di seluruh kampus yang ada di Kopertis wilayah akan
Mengikuti lagi serangkaian tes dan seleski pada tingkat Kopertis, hingga nanti akan dipilih delegasi.
Untuk informasi, bagi pemenang Mawapres program D3 di kampus swasta langsung ke Nasional.

Bukan soal langsung ke Nasional jika di PTN, ada nilai lebih yang didapatkan Mawapres swasta.
Enaknya, dulu sebelum diutus ke Nasional, saya ,mendapatkan kawan dan dapat pengalaman baru.
Ragam bahasa, budaya, suku dan latar belakang pendidikan membuat keberagaman semakin terasa.
Gimana nggak seru, kita dapat bertukar pendapat, saling berbagi cerita dan pengalaman saat kuliah.
Apalagi yang berkumpul itu adalah seluruh utusan mahasiswa terbaik dari kampus masing-masing.
Nah, ini yang menurut saya nilai lebih yang Mawapres dari perguruan tinggi negeri tidak dapatkan.
Tidak hanya itu saja, jika pada PILMAPRES PTN yang diutus hanya satu delegasi saja, maka
Untuk delegasi Kopertis lebih dari satu, tergantung kuota mahasiswa yang ada Kopertis tersebut.
Nambah informasi, PILMAPRES 2017 ini kemarin kami diutus 5 Orang untuk di adu ke Nasional.
Gimana, asyik dan banyakkan yang kamu peroleh kalau kuliah di kampus yang berstatus swasta?

Paling enak dan spesialnya menurut saya ya, ini juga yang menjadikan semangat makin berkobar.
Ada hadiah lebih yang Mawapres PTS dapatkan dibandingkan Mawapres PTN, ya dapat lebih.
Di kampus negeri hadiah yang didapat adalah mulai dari prodi, fakultas, lalu baru dari Universitas.
Akan tetapi pada kampus swasta, kita akan dapat dari prodi, fakultas, unniversitas, dan Kopertis juga.

Udahlah dapat hadiahnya lebih, pengalaman lebih, pokoknya keren deh kalau kamu kuliah di swasta.
Semakin lebih baik jika kuliah di Politeknik Swasta Terbaik di Indonesia, yakni kampus hijau PCR.
Ada nilai lebih kuliah di Politeknik terbaik ini, karena PCR, Empowers You To Global Competition.
Hingga akhirnya kita menyadari bahwa paradigma buruk terhadap kampus swasta selama ini salah.
Apapun nama kampusmu, jika kampus swasta tidak usah malu dan jangan merasa tidak lebih baik.
Menunjukkan kemampuan bisa dimulai dari diri sendiri, jadilah "Gravitasi" dilingkungan sendiri.
Untuk membuktikan bahwa setiap penguasa itu ada tempatnya, dan setiap tempat ada penguasanya.

Saya mengikuti #LombaBlogPCR dan tulisan ini diikut sertakan, semoga bermanfaat amiin.


#KuliahdiKampusSwasta
#LombaBlogPCR
Previous
Next Post »
0 Komentar